Pernah mendengar makanan mie lethek? Ya, makanan tradisional Jawa ini juga berasal dari Yogyakarta. Makanan ini memiliki tampilan warna yang kusam, yang dalam bahasa Jawa disebut “lethek”. Oleh kareana itu mie ini dikenal dengan sebutan mie lethek.
Mie ini berbahan dasar tepung tapioka dan gaplek, diolah secara tradisional dan tanpa pengawet. Mie lethek juga biasanya dimasak dengan anglo berbahan bakar arang. Tidak seperti makanan tradisional Jawa lainnya mie ini cenderung susah untuk ditemukan. Biasanya wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta akan pergi ke daerah Bantul untuk mencicipinya.
Bahan-Bahan
250 gram mie lethek
1 buah wortel
3 siung bawang putih
15 butir lada (Merica)
1/2 sendok teh garam halus
4 batang seledri
secukupnya bawang goreng (Bawang Merah)
Cara membuat
Rendam mie ‘lethek’ dlm air biasa. Setelah cukup lembab tiriskan.
Untuk bumbu, haluskan bawang putih, lada dan garam.
Panaskan kurang lebih 2 sdm minyak goreng, tumis bumbu sampai harum. Lalu masukkan wortel, tambahlan sedikit air ( tambahkan penyedap rasa jika suka). Masak sampai wortel layu.
Masukkan mie lethek, masak sampai matang. Sajikan mie selagi hangat dengan taburan daun seledri dan bawang goreng. Jika suka pedas, bisa dimakan bersama cabe rawit.
Pagi penggemar pedas, masakan yang tidak pedas jelas tidak sedap. Nah, salah satu olahan yang digandrungi banyak orang adalah ceker ayam pedas. Resep yang satu ini bisa banget kamu buat untuk mengisi weekendmu Ladies.
Bahan:
½ kilogram ceker ayam yang sudah dibersihkan
2 lembar daun jeruk
2 cm lengkuas, memarkan
2 cm jahe, memarkan
1 ruas sereh, memarkan
Minyak goreng secukupnya
Garam secukupnya
Merica secukupnya
Kecap asin secukupnya
Kecap manis secukupnya
Bumbu Halus:
40 cabai rawit merah
10 cabai rawit keriting
10 butir bawang merah
10 siung bawang putih
1 ruas kencur
5 butir kemiri
Cara Membuat:
Rebus ceker ayam selama 30 menit sampai lunak, tiriskan.
Jangan buang kaldu sisa merebus ceker. sisihkan.
Tuang minyak goreng secukupnya ke dalam wajan, panaskan.
Masukkan bumbu yang telah dihaluskan, tumis selama 5 menit.
Tambahkan garam, gula, kecap asin, kecap manis, dan merica bubuk secukupnya.
Makanan khas Indramayu ini biasanya dijual di pasar-pasar atau warung kaki lima. Cara membuatnya juga memerlukan waktu yang cukup lama.
Memproses jagung biar lunak diperlukan waktu sekitar 4 jam. Itu karena jagung yang digunakan sudah tua.
Selama melunakkan jagung, tambahkan bumbu kapur sirih, garam, dan air secukupnya, untuk menambah rasa pada jagung.
Ketika sudah lunak dan dingin, pisahkan jagung yang telah mengembang dari batang jagungnya. Kemudian jagung tersebut disajikan menggunakan daun pisang sebagai piring dan ditaburi dengan parutan kelapa.Bahan :
Bahan :
3 buah jagung manis
100 gr kelapa parut
1/2 sdt garam
Langkah
Kukus jagung bersama dengan kelapa, selama 10 menit
Pipil jagung yang sudah dikukus, sisihkan
Campur kelapa yang sudah dikukus dengan garam, aduk rata
Bahan : 250 gr Beras putih 1 liter Santan encer 500 ml Santan kental 2 lbr Daun pandan 1 sdt Garam 200 gr Gula merah (disisir) 1/2 btr Kelapa (parut memanjang)
Cara Memasak : Masak beras putih dengan santan encer, garam dan daun pandan hingga menjadi bubur. Tambahkan santan kental, masak sebentar dan angkat. Bagi bubur jadi dua bagian, yang satu masak kembali dengan gula merah dan aduk rata. Siapkan piring kecil, tatalah bubur sesuai selera. Kombinasikan antara merah dan putih, taburkan kelapa parut diatasnya. Sajikan hangat, cukup untuk 8 orang.
Rendang, makanan khas Indonesia dari tanah Minang yang disebut sebagai makanan terenak di dunia. Rasanya memang tidak ada seorang pun yang bisa menolak kelezatan rasa rendang ya? Tapi siapa sangka kalau rendang bisa dibuat dari berbagai macam bahan, tidak hanya daging sapi saja.
Di daerah asalnya, Minangkabau, masakan rendang punya banyak macam. Salah satunya adalah rendang talua atau rendang telur.
Masakan ini bisa jadi alternatif olahan telur agar lebih bervariasi. Ini dia resepnya.
Bahan
150 gram tepung terigu
10 butir telur ayam
1/2 sendok teh garam
2 lembar daun salam
1 batang serai, ditumbuk
5 lembar daun jeruk
500 ml santan kental dari 1/2 butir kelapa
300 ml air
Bumbu Halus
1 cm kunyit
10 buah cabai merah keriting
8 siung bawang merah
4 siung bawang putih
2 ruas jari lengkuas
2 ruas jari jahe
1 sdm gula pasir
2 sdt garam
1 sdm merica
1 sdm ketumbar
Cara Memasak
Campurkan telur, terigu, garam dan air, silahkan diaduk hingga rata.
Kemudian buat dadar dari adonan telur, lalu potong-potong.
Goreng dengan api sedang atau kecil hingga mekar dan kering, silahkan panggang dengan oven untuk membuat telur benar-benar kering.
Panaskan makan minyak goreng, kemudian tumis serai, daun jeruk, daun salam dan bumbu halus, hingga harum.
Tuang santan ke dalam tumisan tadi dan aduk.
Masak dengan api kecil sambil di aduk-aduk hingga kering dan bumbu menjadi mengering.
Setelah kering masukkan telur ke dalam bumbu yang telah mengering tadi, kemudian aduk hingga merata. Angkat, dinginkan, dan siap disajikan.
Kuliner rsatu ini selalu mengingatkan akan Ibu Kota Sulawesi Utara yang merupakan pusatnya Klappertaart Indonesia.
Nah, bagi kamu yang belum smepat berkunjung atau yang kangen ingin makan klapertart tak perlu risau guys, kamu bisa buat sendiri di rumah kok.
Bahannya sendiri mudah didapat kok, yang jelas Klappertaart rendah kalori dan sangat cocok bagi orang-orang yang sedang menjalani program diet karena Klappertaartt biasa memiliki kandungan kalori yang sangat tinggi.
Meski sedikit rumit, tapi akan menghasilkan cita rasa yang khas Kota Manado dengan rasa manis yang pas, gurih dan lumer saat masih dalam gigitan pertama.
Bahan-Bahan :
Tepung terigu sebanyak 125 gram (protein sedang)
Gula pasir sebanyak 175 gram, haluskan
Susu bubuk sebanyak 50 gram (merek apapun)
Air kelapa sekitar 500 – 600 ml (jika ingin tekstur lembut), dan 300 – 400 ml (bila ingin tekstur kental)
Kuning telur sebanyak 4 butir
Margarin cukup sebanyak 100 gram, lelehkan
Garam sebanyak 1/4 sendok teh
Pasta vanilla/vanilli sekitar 1/2 sendok teh
Bahan II:
Kismis sebanyak 30 gram
Kenari kacang almond panggang 30 gram
Kelapa muda (daging lembut) sebanyak 3 butir, kerok dagingnya
Bahan toping:
Gula pasir sebanyak 50 gram
Putih telur dari 3 butir
Garam sekitar 1/4 sendok teh
Cream of tartar sebanyak 1/2 sendok teh
Kayu manis bubuk (untuk taburan) secukupnya Kismis seperlunya
Cara Membuat:
Langkah pertama campurkan bahan-bahan 1 dalam sebuah wadah dan aduk-aduk hingga tercampur secara merata. Apabila sudah tercampur secara merata, saring campuran tersebut.
Setelah itu siapkan panci rebus untuk memasak adonan bahan I tadi. Masak adonan tersebut hingga mengental secara sempurna.
Setelah mengental tambahkan air kelapa muda, kenari, dan kismis ke dalamnya. Aduk-aduk kembali hingga tercampur mereta dan kental. Namun jika terlalu kental, Anda bisa mengencerkan dengan menambah sedikit demi sedikit air kelapa.
Dalam wadah yang berbeda, kocoklah putih telur bersama dengan gula, cream of tartar, dan garam hingga kaku. Sisihkan terlebih dahulu.
Tuang adonan yang telah kita buah sebelumnya dalam sebuah cetakan berbahan dasar alumunium foil. Kemudian olesi dengan menggunakan kocokan putih telur.
Setelah itu di atasnya beri hiasan kayu manis bubuk agar tampilannya semakin cantik.
Siapkan oven atau pemanggang. Lalu panggang adonan tersebut dalam oven selama 10 menit dengan suhu mencapai 170 derajat celcius.
Terakhir apabila sudah matang, angkat kue tersebut dan letakan di atas meja agar panas dan uapnya pergi.
Sebelum disajikan dinginkan dahulu di dalam lemari es selama beberapa saat.
Rendang (bahasa Minang: Randang) adalah salah satu masakan tradisional Minangkabau yang menggunakan daging dan santan kelapa sebagai bahan utama dengan kandungan bumbu rempah-rempah yang kaya. Masakan dengan citarasa yang pedas ini digemari oleh seluruh kalangan masyarakat, dan dapat ditemukan di seluruh Rumah Makan Padang di Indonesia, Malaysia, ataupun di negara lainnya. Masakan ini kadang lebih dikenal dengan nama Rendang Padang, padahal rendang merupakan masakan khas Minang secara umum
Proses memasak rendang asli dapat menghabiskan waktu berjam-jam (biasanya sekitar empat jam), karena itulah memasak rendang memerlukan waktu dan kesabaran. Potongan daging dimasak bersama bumbu dan santan dalam panas api yang tepat, diaduk pelan-pelan hingga santan dan bumbu terserap daging. Setelah mendidih, apinya dikecilkan dan terus diaduk hingga santan mengental dan menjadi kering. Memasak rendang harus sabar dan telaten ditunggui, senantiasa dengan hati-hati dibolak-balik agar santan mengering dan bumbu terserap sempurna, tanpa menghanguskan atau menghancurkan daging. Proses memasak ini dikenal dalam seni kuliner modern dengan istilah ‘karamelisasi’. Karena menggunakan banyak jenis bumbu, rendang dikenal memiliki citarasa yang kompleks dan unik.
Rendang adalah salah satu hidangan hantaran dalam upacara adat Minang.Rendang memiliki posisi terhormat dalam budaya masyarakat Minangkabau. Rendang memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Minang Sumatera Barat, yaitu musyawarah dan mufakat, yang berangkat dari empat bahan pokok yang melambangkan keutuhan masyarakat Minang, yaitu:
Dagiang (daging sapi), merupakan lambang dari “Niniak Mamak” (para pemimpin Suku adat)
Karambia (kelapa), merupakan lambang “Cadiak Pandai” (kaum Intelektual)
Lado (cabai), merupakan lambang “Alim Ulama” yang pedas, tegas untuk mengajarkan syariat agama
Pemasak (bumbu), merupakan lambang dari keseluruhan masyarakat Minangkabau.
Sambal Terasi enak spesial pedas memang pas banget, walaupun saat ini harga cabe melambung tinggi namun sambal yang satu ini tetap populer di Indonesia khususnya bagi mereka yang mempunyai selera pedas. Selain digunakan sebagai teman nasi dan sayurnya (kalau kami senang komposisi nasi, sambal terasi, lalapan pete dan sayur tumis kangkung), dan sambal ini juga enak apabila dijadikan cocolan tahu ataupun tempe goreng bahkan dengan kerupuk juga enak.
Semua bahan resep sambal terasi yang diperlukan harus memiliki komposisi yang seimbang atau pas sehingga nantinya akan menghasilkan rasa yang pedas tapi enak serta menggoda
Bahan sambal terasi :
15 buah cabe rawit merah
9 buah cabe merah ukuran besar
5 siung Bawang merah
2 siung Bawang putih
2 sendok teh Terasi matang
1 sendok makan Gula Merah
½ sendok teh Garam
Minyak goreng secukupnya, untuk menumis
Cara Membuat Sambal Terasi
Bersihkan cabe merah dan cabe rawit, goreng hingga layu. angkat
Kupas bawang merah dan bawang putih kemudian digoreng juga hingga agak kering. Angkat
Selanjutnya cabe merah, cabe rawit, Bawang merah, bawang putih, garam dan gula merah di ulek (dapat juga diblender agar lebih cepat)
Sop buntut “ekor” sapi ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk menghangatkan ketika cuaca dingin. Apalagi kadar protein dengan tambahan wortel plus kentang menjadikan masakan ini menjadi sajian yang nikmat dan menyehatkan menyehatkan.
Sop buntut sapi enak dan hasilnya menjadi lebih spesial ketika dinikmati bersama seluruh keluarga tercinta. Segar kuah dari sopnya terasa segar gurih karena bumbunya yang pas mantap.
Bahan2 :
1 kilogram buntut sapi, potong sesuai selera
2000 mililiter air
2 sendok makan minyak untuk menumis
3 buah kentang, potong kecil / dadu
4 buah wortel, kupas, potong ½ centimeter
Bumbu sop buntut:
1 sendok teh merica bubuk
1 butir pala, memarkan
6 siung bawang putih, memarkan
5 buah cengkeh
gula, secukupnya
garam, secukupnya
1 buah tomat merah, potong-potong (kasar)
2 centimeter kayu manis
Bumbu penyedap rasa sapi
Bahan Pelengkap :
Bawang goreng untuk taburan
1 batang daun seledri, iris tipis
2 batang daun bawang, iris tipis (lebih baik gunakan bagian putihnya saja)
Sambal
Jeruk nipis
kerupuk
Cara Membuat :
Cuci bersih ekor sapi, rebus dalam air menidih ± 10-15 menit, buang airnya.
Siapkan panci lainnya dengan air mendidih kemudian masukkan buntut, masukkan kayu manis serta cengkeh.
Masak sampai air menyusut menjadi ± 1,5 liter, matikan kompor.
Sambil menunggu dingin, haluskan merica, garam, pala dan bawang putih, kemudian tumis diatas penggorengan hingga harum. angkat
Didihkan kembali buntut, masukkan bumbu tumis kedalamnya. Aduk, kemudian masukkan pula irisan kentang serta wortel, tunggu hingga matang / empuk.
Tambahkan gula, garam serta penyedap rasa secukupnya, aduk kembali sampai rata. Angkat.
Selesai sudah, selanjutnya sipa dituangkan ke dalam mangkuk saji, tambahkan tomat, daun bawang, seledri dan bawang goreng.
Nikmati sop saat dalam keadaan hangat dengan tambahan sambal, kecap dan jeruk